BANJARNEGARA, indiegigsmedia.com – Banjarnegara Drum Society (BDS) kembali menggelar drum clinic yang kedua kalinya. Bertempat di Historia Cafe Surya Yudha, Jumat (15/03/2019), dengan menggandeng salah satu brand rokok, gelaran ini sukses mendatangkan drummer band FSTVLST yang juga punya proyek musik lain, Niskala; dia adalah Danis Wisnu, si pemilik akun Instagram @danwisgra yang akrab dipanggil Dacong.
Drum clinic yang digelar oleh teman-teman Banjarnegara Drum Society adalah sebuah agenda komunitas drum Banjarnegara untuk edukasi dan sharing seputar alat musik, khususnya drum. Dengan mendatangkan drummer band FSTVLST dari Yogyakarta ini, tentunya menambah antusiasme pengunjung, baik itu mereka dari kalangan musisi yang fokus di alat musik drum, maupun pegiat musik yang tidak bermain drum. Bahkan banyak juga pengunjung yang notabenenya adalah hanya penikmat musik saja yang tertarik dengan industri musik.

[Danis Wisnu sedang ngobrol seputar drum. Dok. indiegigsmedia.com]
Diskusi mulai dari teknik bermain drum, bagaimana set-up drum yang nyaman, bagaimana kontrol power saat memainkan drum, posisi saat bermain drum, hingga obrolan seputar branding, baik itu dalam band maupun self-branding masing-masing personel band.
(Baca juga: Blog Seputar Musik)
Tak hanya ngobrol soal drum saja, Dacong pun menutup obrolan malam tersebut dengan memainkan drum yang dikombinasikan dengan synthesizer. “Ini pertama kali saya pakai set seperti ini, tanpa latihan, jadi cuma tak bayangin, terus malam ini tak coba spesial di Banjarnegara,” ungkap Danis Wisnu saat akan memulai memainkan kombinasi synthesizer dan drum.

[Danis Wisnu mengkombinasikan synthesizer dan drum]
Bagi sebagian orang mungkin belum familiar dengan proyek musik NISKALA (@niskalayk) di mana Danis Wisnu memainkan synthesizer, bukan drum seperti di FSTVLST maupun di Melancholic Bitch. Untuk teman-teman yang ingin tahu lebih soal NISKALA, bisa disimak di kanal YouTube mereka, yaitu Niskala Yk.
Usai gelaran drum clinic, Danis Wisnu menyempatkan untuk ngobrol santai dengan teman-teman Banjarnegara Drum Society, serta pegiat musik dan komunitas di Banjarnegara. Ada obrolan ringan juga bersama teman-teman Ruang Kerja Creative yang mulai membawa isu “Poros Tengah” yang akan kita saksikan bersama perkembangannya.

[Foto bersama pasca acara drum clinic. Foto dari Instagram: @bnadrumsociety]
Masih haus akan informasi seputar drum dan industri musik, beberapa teman dari Banjarnegara Drum Society dan indiegigsmedia.com diperkenankan ngobrol lebih intim bersama Danis Wisnu di kamar hotel.
Beberapa pertanyaan seputar self-branding dan beberapa info tentang perkembangan musik di Yogyakarta kami obrolkan hingga dini hari. Hingga pertanyaan yang menurut Danis Wisnu paling sulit adalah ketika kami menanyakan secara singkat, “FSTVLST atau NISKALA?”. Ia cukup lama memikirkan jawaban. Keduanya sepertinya tidak bisa dibandingkan dan tidak bisa dipilih salah satu, hingga sambil bercanda ia bilang, “Melbi, saya pilih Melbi saja, hahahahahaaaaa,” tutup Danis Wisnu pada obrolan intim tersebut.

