SOVEREIGN Sajikan “The Baneful Litanies”, Sebagai Bentuk Album Protes Kepada Netizen

JAKARTA, indiegigsmedia.com – Sovereign, band yang mengusung genre metalcore asal Jakarta, mendatangi kami dengan press kit yang agak berbeda dengan band-band lainnya ketika menghubungi kami.

Dimulai dari perkenalan singkat, lalu mereka menyertakan opini ketidakpuasan mereka terhadap perilaku netizen atau warganet yang mengesampingkan dedikasi tinggi yang dihasilkan dari suatu band tertentu lewat karya mereka. Balutan ketidakpuasan mereka sampaikan melalui kolom kecil media sosial Instagram, dan beberapa dari upaya mereka mengutarakan hal tersebut mereka masukkan dalam karya lagu yang akhirnya resmi mereka luncurkan rilisan fisik album yang bertajuk “The Baneful Litanies“.

“Sebenarnya, 8 track yang ada di album ini isinya adalah umpatan kami terhadap banyak hal, bahkan diri kami sendiri. Itu alasannya judulnya ‘The Baneful Litanies‘, atau kalau bahasa Google Translate-nya, bisa dibilang sebagai ‘Rapalan Terlarang’,” papar Sovereign kepada redaksi indiegigsmedia.com.

“Akhirnya album ini selesai juga digarap dan akan segera siap edar. Meskipun di awal kami bermain musik kami sama sekali enggak berniat untuk sejauh ini, namun setelah menikmati prosesnya, ‘The Baneful Litanies‘ akan segera siap edar bentuk fisiknya dalam bermacam paket. Kalau platform digitalnya mah nanti saja ya menyusul,” papar Ristian selaku perwakilan dari Sovereign ketika menghubungi tim redaksi indiegigsmedia.com kemarin (10/01/19).

Perihal sikap protes yang mereka layangkan kepada netizen dan warganet, mereka lebih suka menyebutkannya sebagai umpatan. Dengan sadar, umpatan terang-terangan mereka arahkan kepada siapa pun yang membaca maupun yang tidak biasa membaca informasi secara seksama. Bagi Sovereign, mereka yang sering komentar ala kurator tersebut belum tentu rajin beli rilisan fisik atau merchandise original band lokal.

Di samping itu, lewat album ini mereka juga menaruh sikap protes dan ada kekesalan yang ingin mereka sampaikan kepada siapa pun yang mendengarkan musik lalu berani mencemooh musik tersebut.

Musisi lokal mah biasa saja, Payah, Bang, lagunya mirip lagu si anu deh. Ti kucing! Kebanyakan netizen yang berani komentar dengan gampangnya seperti itu tuh pendengar musik yang datang ke acara bersponsor rokok yang harga tiketnya sering kali gratis. Seolah enggak ngaca gitu, menakar musisi lokal dengan musisi Eropa sementara enggak menakar diri dengan pendengar musik Eropa. Suek!” lanjut kawan-kawan Sovereign menerangkan kekesalan mereka kepada netizen.

Selain menyajikan album sebagai bentuk protes, 8 track di dalamnya memuat lagu-lagu yang mendominasi pikiran untuk terpacu membaca lirik-lirik yang mereka sampaikan. Dalam album yang dibantu rilis oleh Flush Record ini, mereka juga membicarakan kalian, para netizen yang maha cerdas dan kaya raya. Mereka merilis album ini bersamaan dengan video klip single dari album yang sudah bisa disaksikan di kanal YouTube mereka.

Judul “The Baneful Litanies” sebagai tajuk album mereka pilih dengan alasan karena dilarang mengeluarkan opini dan berpendapat secara jujur. Semuanya harus politically correct. Karena mereka menganggap jujur itu sudah dilarang, akhirnya lahirlah kalimat-kalimat berbunga yang palsu! Hidup yang palsu, kebahagiaan di internet yang semua palsu, kerjaan menyenangkan yang palsu, teman dan musuh palsu, hingga urusan politik dan tell-lie-vision yang palsu.

“Tapi toh kalian enggak akan mengerti kami mengomongin kalian macam apa, wong kalian enggak suka baca dengan seksama! Dasar hamba clickbait! Satu poin terakhir yang mau kami sampaikan: di track ke-7 yang berjudul ‘Flux Parade‘, kami marah-marah bareng Bang Unbound dari Speedkill dan Petaka. Kami marahin apa? Lo baca liriknya saja nanti biar mengerti,” tutup kawan-kawan Sovereign mengakhiri kekesalan.


Sovereign: