Back to the Roots: Perkenalan Keras dari Unit Hardcore Pendatang Baru, BARKS

BARKS dalam video musik Back to the Roots - Youtube/BARKS

Banjarnegara, Subtones Project – BARKS, unit hardcore asal Banjarnegara, mengenalkan dirinya kepada para hardcore kids dengan sebuah pernyataan keras melalui track debut mereka Back to the Roots. Pada karya pertama ini mereka melakukan kolaborasi dengan Rivan Lazuardi, vokalis dari Truehope.

Menurut BARKS, Back to the Roots bukan sekadar tentang melihat masa lalu, tetapi tentang mengingat kembali alasan mengapa semuanya dimulai: musik, persaudaraan, perlawanan, dan semangat untuk tetap berdiri tanpa kehilangan identitas.

Atas dasar itu, anthem ini terasa membawa energi hardcore yang mentah, agresif, dan intensitas tinggi. BARKS memilih pendekatan yang lugas—tanpa basa-basi dan tanpa mencoba menjadi sesuatu yang bukan diri mereka. 

“Menurut kami, bukan soal siapa yang sudah lupa atau siapa yang paling benar dalam menjalankan hardcore. Back to the Roots lebih kepada pengingat untuk diri kami sendiri dan teman-teman yang masih berada di dalam scene. Hardcore dari awal bukan cuma soal musik, fashion, atau image, tapi tentang attitude, solidaritas, persaudaraan, dan bagaimana kita tetap berdiri dengan prinsip yang kita percaya” ucap Andry Gitara, Vocalis BARKS.

Secara lirik, lagu ini berbicara tentang kembali kepada akar setelah terlalu jauh terseret oleh perubahan, tentang sebuah generasi yang melihat bagaimana sesuatu yang dulu dibangun dengan ketulusan perlahan berubah, sementara nilai-nilai yang menjadi dasar sebuah scene mulai terlupakan.

“Seiring waktu, tentu banyak hal yang berubah. Scene juga berkembang dan semakin luas. Itu hal yang wajar. Tapi menurut kami, jangan sampai perkembangan tersebut membuat kita kehilangan alasan kenapa kita dulu masuk dan jatuh cinta dengan hardcore” lanjut Andry.



Lagu ini dilempar bersamaan dengan sebuah video musik yang tak kalah menghantam bak sebuah angin segar bagi skena hardcore di Banjarnegara. Mengenai video musik ini, mereka mengungkapkan bahwa video musik bukanlah sekadar pelengkap lagu. mereka ingin menerjemahkan energi dan pesan dari Back to the Roots ke dalam bentuk visual supaya apa yang kami sampaikan lewat musik bisa terasa lebih kuat.

“Harapannya, ketika orang melihat video ini, mereka bukan cuma mendengar lagunya, tapi juga bisa merasakan pesan yang ingin kami bawa: jangan kehilangan akar dan jangan lupa alasan kita memulai semuanya” ucap Andry.

BARKS mengungkapkan bahwa Back to the Roots ditujukan untuk mereka yang masih percaya bahwa hardcore bukan sekadar genre musik, melainkan sebuah sikap. Sebuah ruang untuk bersuara, bertahan, dan mengingat siapa diri kita sebelum semuanya berubah.