Gelaran Passion of Youth Creative Ecosystem

DCIM101MEDIA

YOGYAKARTA, indiegigsmedia.com – Belum lama ini ada sebuah gelaran Passion of Youth Creative Ecosystem garapan teman-teman jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Sekolah Tinggi Seni Rupa Dan Desain Visi, atau yang lebih familiar dengan nama ADVY, Rabu & Kamis (28 & 29 Desember 2016) lalu di lantai 3, Hartono Mall, Yogyakarta.

Kongkow Creativework menjadi wadah yang digunakan untuk menggerakkan gelaran tersebut; pantau linimasa mereka di akun Instagram: @kongkow.creative. Sebuah gelaran yang berisikan sederet rangkaian kegiatan, di antaranya adalah:

Workshop & creative talk photography, visual book exhibition & local heroes illustration, ceramic painting, papercut, stamp art on t-shirt, tie dye & coloring cosplay, workshop pop-up, shibori technique workshop, creative talk: startup & media, creative talk visual book, lomba menggambar tema Jogja Istimewa, photo challenge, photography exhibition, art exhibition, & acoustic perform.

Dalam gelaran Passion of Youth, banyak karya-karya segar yang disajikan. Salah satu di antaranya adalah buku “Yogyakarta Gigs Everywhere” karya Devananda Ari Wibowo dari Banjarnegara. Buku tersebut ia sebut sebagai salah satu bentuk dari zine, yang fokus mengulas dokumentasi, yaitu dokumentasi foto gigs atau foto panggung / acara.

Dalam karya tersebut, yang sangat ditekankan oleh Devananda adalah tentang nilai historis yang perlu diangkat untuk dijadikan arsip.

“Ini sedang ada pameran buku, nah ini buku mengangkat tentang gigs, 10 tahun gigs Yogyakarta. Ini bahas tentang di mana orang itu sadar dokumentasi, sadar sejarah. Dari 10 tahun itu jarang orang yang sadar sejarah untuk mendokumentasikan foto-foto gigs. Nah, ini untuk menyadarkan kembali orang-orang yang sekarang notabenya sekarang gampang mendokumentasikan sesuatu—pakai handphone juga bisa, pakai kamera apa saja—nah foto-foto atau videonya bisa disimpan rapi di flashdisk atau harddisk kemudian suatu saat nanti akan jadi sejarah. Jadi intinya buku ini untuk menyadarkan kita semua bahwa sejarah itu penting, dokumentasi itu penting,” ungkap Devananda saat ditemui indiegigsmedia.com di Hartono Mall, Kamis (29/12/2016) malam.


[Devananda bersama bukunya]


Pentingnya dokumentasi adalah ketika suatu saat nanti ingin melihat atau meninjau kembali acara-acara dan gigs yang lalu, bisa lewat media berupa foto ataupun video. Sehingga, apa yang pernah dilaksanakan bisa kembali dan terus diingat karena ada bukti nyata berupa dokumentasi. Indiegigsmedia.com juga berharap dapat menjadi salah satu bagian dari dokumentasi untuk pelaku arus indie di mana pun berada.